Sabtu, 31 Januari 2026




Selama menjalankan ibadah puasa pada bulan ramadhan, tubuh diharuskan untuk beradaptasi mulai dari pola makan, waktu istirahat, olahraga dan gaya hidup. Bagi orang yang sehat, mungkin tidak ditemukan masalah selama berpuasa. Namun Apakah aman penderita diabetes berpuasa dan adakah manfaatnya?


Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (WHO, 1999).

Bagi penderita diabetes sangat dianjurkan untuk menjalankan puasa. Berbagai penelitian baik di dalam negeri maupun luar negeri menyatakan bahwa orang yang berpuasa dengan benar akan mengalami penurunan kadar kolesterol serta gula dalam darah.
Pada awalnya, selama berpuasa tubuh akan menggunakan sumber glukosa yang tersimpan. Kemudian, akan memecah lemak tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi berikutnya. Puasa merupakan cara yang baik untuk mengontrol diabetes. Puasa dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan termasuk penurunan berat badan, mengontrol gula darah, dan penurunan peradangan.

Berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan pengidap diabetes dengan berpuasa:
1. Menurunkan kadar gula darah
Manfaat utama puasa bagi penderita diabetes adalah turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini dipicu oleh berkurangnya asupan makanan yang mengandung glukosa karena tubuh sedang berpuasa. Sehingga kadar gula dalam tubuh tidak melonjak tinggi. 
Namun penurunan kadar gula darah ini juga harus diimbangi dengan pemilihan makanan yang tepat. 

2. Mendapatkan tekanan darah yang stabil 
Tekanan darah pada orang yang berpuasa dan tidak berpuasa ternyata memiliki perbedaan. Pada orang yang berpuasa, tekanan darah terbukti lebih stabil.
Sebuah studi yang dilakukan di Qatar menunjukkan bahwa tekanan darah rata-rata penderita diabetes secara signifikan menurun di bulan puasa. 

3. Glikemik yang stabil 
Dikutip dari p2ptm.kemkes.go.id, Indeks Glikemik (IG) merupakan indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. 
Kabar baiknya, puasa di bulan Ramadan tidak akan memperburuk batas glikemik pada tubuh. Hal ini juga berlaku pada penderita diabetes tipe 2. 

4. Menurunkan kolesterol pada tubuh
Sebuah penelitian di Qatar menunjukkan selama bulan Ramadan, penderita diabetes dapat menurunkan kadar kolesterolnya secara signifikan. Artinya kadar lemak jahat (LDL) dan trigliserida dalam tubuh bisa menurun setelah menjalani puasa. 
Hal ini disebabkan oleh asupan makanan yang mengandung lemak jahat pun berkurang saat puasa. 
Hasil penelitian tersebut menunjukkan penurunan kolesterol ini terjadi pada semua penderita diabetes baik perempuan maupun laki-laki. Penurunan kolesterol ini sangat baik untuk kesehatan jantungmu. 

5. Memelihara kesehatan organ tubuh lain
Saat berpuasa, organ pencernaan juga mengalami perubahan jam kerja. Organ pencernaan mendapat waktu istirahat yang lebih banyak saat kita menjalani puasa karena jam makan yang teratur. Hal ini tentunya dapat memperbaiki kesehatan organ tubuh.


Dikutip dari Kementrian Kesehatan RI, berikut beberapa tips berpuasa bagi penyandang diabetes.
Menyegerakan waktu berbuka dan usahakan makan sahur menjelang imsak.
Makan buah-buahan saat berbuka puasa.
Dapat mengonsumsi makanan selingan yang tidak terlalu manis menjelang tidur.
Hindari aktivitas fisik yang berlebihan.